Katakan yang benar walaupun pahit Janganlah kamu takut cercaan orang yang mencerca.โ€ (HR. al-Baihaqi dalam Syuโ€™abul Iman dari sahabat Abu Dzar radhiallahu anhu. Lihat al-Misykat, 3/1365) Dari sinilah nama as-salafush shalih diabadikan oleh sejarah. Ia ditulis dengan tinta emas, terus dikenang, dan menjadi rujukan generasi sesudahnya. Ringkasansyarah kitab ini dalam bahasa kita yakni Ringkasan Syarah Arbaโ€™in An-Nawawi - Syaikh Shalih Alu Syaikh Hafizhohulloh yang disusun Ustadz Abu Isa Abdulloh bin Salam (Staf Pengajar Maโ€Ÿhad Ihyaus Sunnah, Tasikmalaya) yang ter-compile dalam HaditsWeb 7.0, 2. Sumber dari eBook seperti dikatakan peng-compile HaditsWeb 7.0 adalah www BapakH. Mahmuddin,M.Ag.sebagai ketua jurusan Tafsir hadis yang selama ini memberikan dorongan dan motifasi kepada penulis sehingga tulisan ini bisa terwujud 5. Ibu Dewi Anggraeni, S.sos, M.Si. selaku sekertaris jurusan tafsir hadis yang tidak pernah mengeluh dalam mengurus segala keperluan kami walaupun kadang kami membuat beliau merasa tidak 1) mencintai orang miskin dan dekat dengan mereka. (2) beliau memerintah agar melihat pada orang di bawahku (dalam hal harta) dan janganlah lihat pada orang yang berada di atasku. (3) beliau memerintahkan padaku untuk menyambung tali silaturahim (hubungan kerabat) walau kerabat tersebut bersikap kasar. KumpulanSholawat Dari Hadits Beserta Artinya โ€ข Silahkan diamalkan dan dibagikan, Insyaallah jadi Sadaqah ilmu jariyah yang pahalanya menga Sukatidak suka, siap tidak siap, kematian akan mendatangi kita, ini adalah perkara yang benar adanya dan pasti akan terjadi, hal ini sudah di tuliskan dalam Ayat AL Quran Surat Ali Imran Ayat 182, yang berbunyi: ูƒูู„ูู‘ ู†ูŽูู’ุณู ุฐูŽุขุฆูู‚ูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู. Artinya: โ€œSetiap yang . Muhammad Abduh Tuasikal, MSc BERKATALAH yang benar walau itu pahit. Kebenaran tetap diterapkan walau ada celaan dan ada yang tidak suka. Inilah prinsip yang diajarkan dalam Islam oleh Nabi kita shallallahu alaihi wa sallam. Nasehat ini beliau sampaikan pada sahabat mulia Abu Dzarr. Dalam tulisan kali ini akan diajarkan tiga contoh penerapan bagaimana kita mesti menerapkan kebenaran meski banyak yang berkomentar. ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจูู‰ ุฐูŽุฑูู‘ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูู‰ ุฎูŽู„ููŠู„ูู‰ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุจูุณูŽุจู’ุนู ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูู‰ ุจูุญูุจูู‘ ุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงูƒููŠู†ู ูˆูŽุงู„ุฏูู‘ู†ููˆูู‘ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูู‰ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู†ู’ุธูุฑูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ู‡ููˆูŽ ุฏููˆู†ูู‰ ูˆูŽู„ุงูŽ ุฃูŽู†ู’ุธูุฑูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ู‡ููˆูŽ ููŽูˆู’ู‚ูู‰ ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูู‰ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุตูู„ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุญูู…ูŽ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฃูŽุฏู’ุจูŽุฑูŽุชู’ ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูู‰ ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏุงู‹ ุดูŽูŠู’ุฆุงู‹ ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูู‰ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู‚ููˆู„ูŽ ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูุฑู‹ู‘ุง ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูู‰ ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฃูŽุฎูŽุงููŽ ููู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽูˆู’ู…ูŽุฉูŽ ู„ุงูŽุฆูู…ู ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูู‰ ุฃูŽู†ู’ ุฃููƒู’ุซูุฑูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ู„ุงูŽ ุญูŽูˆู’ู„ูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ู‚ููˆูŽู‘ุฉูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ูู†ูŽู‘ ู…ูู†ู’ ูƒูŽู†ู’ุฒู ุชูŽุญู’ุชูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฑู’ุดู Dari Abu Dzaar, ia berkata, โ€œKekasihku Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan tujuh hal padaku 1 mencintai orang miskin dan dekat dengan mereka, 2 beliau memerintah agar melihat pada orang di bawahku dalam hal harta dan janganlah lihat pada orang yang berada di atasku, 3 beliau memerintahkan padaku untuk menyambung tali silaturahim hubungan kerabat walau kerabat tersebut bersikap kasar, 4 beliau memerintahkan padaku agar tidak meminta-minta pada seorang pun, 5 beliau memerintahkan untuk mengatakan yang benar walau itu pahit, 6 beliau memerintahkan padaku agar tidak takut terhadap celaan saat berdakwa di jalan Allah, 7 beliau memerintahkan agar memperbanyak ucapan โ€œlaa hawla wa laa quwwata illa billahโ€ tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah, karena kalimat tersebut termasuk simpanan di bawah Arsy.โ€ HR. Ahmad 5 159. Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih, namun sanad hadits ini hasan karena adanya Salaam Abul Mundzir Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin memberikan contoh mengenai hadits โ€œBerkata yang benar walaupun pahitโ€ yaitu dalam hal orang awam yang biasa berkomentar sinis atau tidak suka terhadap ajaran Rasul shallallahu alaihi wa sallam. Beliau membawakan tiga contoh ketika menjelaskan hadits dalam Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi. Contoh pertama Meluruskan shaf dalam shalat jamaโ€™ah. Kata Syaikh Ibnu Utsaimin banyak orang awam yang mengingkari hal ini. Ketika disuruh maju atau mundur sedikit supaya lurus, ada yang mengingkari. Ada pun yang marah gara-gara disuruh meluruskan shaf. Namun meskipun demikian, imam harus tetap mengajarkan ajaran Nabi shallallahu alaihi wa sallam ini pada para jamaโ€™ah. Ia harus sabar meladeni mereka yang bersikap tidak baik. Contoh kedua Sebagian jamaโ€™ah mengingkari adanya sujud sahwi sesudah salam. Sampai-sampai ada yang menganggap bahwa sujud sahwi sesudah salam adalah ajaran yang baru. Padahal jika ditilik pada hadits, ada yang menyebutkan bahwa sujud sahwi sesudah salam, ada yang menyebutkan sebelum salam. Jika ada penambahan dalam shalat atau ada ragu-ragu tetapi bisa dikuatkan, maka sujud sahwi yang ada adalah sesudah salam. Tetap imam saat lupa seperti ini melakukan sujud sahwi sebanyak dua kali sujud sesudah salam, tidak perlu ia takut akan celaan meskipun itu terasa pahit. Contoh ketiga Sebagian orang merasa aneh jika ada yang mau jujur dalam jual beli. Tatkala si penjual barang menyampaikan ada sesuatu yang aib cacat dalam barang dagangan, seperti ini dianggap aneh. Sampai dikata, โ€œWah itu kan cacat sedikit, yang lain pasti masih senang dengan barang itu.โ€ Padahal seharusnya setiap orang itu bertakwa pada Allah di mana pun, dengan bersikap jujur dalam jual beli. Ia mesti berbuat adil dengan menjelaskan kenyataan cacat yang ada pada barang yang akan dijual. Jika memang sikap jujur seperti ini dianggap aneh, maka sampaikanlah bahwa ajaran seperti ini dari Islam. Sehingga nantinya mereka pun tahu dan bisa menerapkannya. Demikian penjelasan Syaikh Ibnu Utsaimin yang kami bahasakan secara bebas dan ringkaskan dari kitab Syarh Riyadhus Sholihin, 2 428-430. Semoga Allah meneguhkan kita selalu di atas kebenaran dan diberi taufik berkata yang benar walau itu pahit. Hanya Allah yang memberi taufik. Referensi Syarh Riyadhis Sholihin, Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin, terbitan Darul Wathon, cetakan tahun 1425 H. โ€” Disusun di Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 22 Dzulqoโ€™dah 1434 H Skip to content 8. KATAKANLAH YANG BENAR MESKIPUN PAHIT 8. KATAKANLAH YANG BENAR MESKIPUN PAHIT2021-09-03T143351+0700 Project Description 8. KATAKANLAH YANG BENAR MESKIPUN PAHIT. Dari Abi Dzar radhiyallahu anhu, Rasulullah ๏ทบ bersabda, ู‚ูู„ู ุงูŽู„ู’ุญูŽู‚ู‘ูŽ, ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูุฑู‘ู‹ุง QULIL HAQQO WALAU KAANA MURRON โ€œKatakanlah yang benar meskipun itu pahit berat untuk dikatakan.โ€ HR. Ibnu Hibban, no. 2041. โž–โž–โž–โž–โž– Caption Dalam hadits lain ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจูู‰ ุฐูŽุฑูู‘ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูู‰ ุฎูŽู„ููŠู„ูู‰ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุจูุณูŽุจู’ุนู ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูู‰โ€ฆโ€ฆ ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูู‰ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู‚ููˆู„ูŽ ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูุฑู‹ู‘ุง Dari Abu Dzaar, ia berkata, โ€œKekasihku Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan tujuh hal padakuโ€ฆ. 5 beliau memerintahkan untuk mengatakan yang benar walau itu pahit,โ€ฆ. HR. Ahmad 5 159. Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih, namun sanad hadits ini hasan karena adanya Salaam Abul Mundzir. Faidah hadits โ— Pahitnya kebenaran tidak boleh mencegah kita untuk mengucapkannya, baik kepada orang lain maupun kepada diri sendiri. โ— Apabila sesuatu itu jelas sebagai sesuatu yang haram, maka jangan sampai kita mengatakan bahwa yang haram itu adalah halal. โ— Namun perlu diperhatikan bahwa nasehat adalah tanda cinta. Oleh karena itu, sampaikanlah nasehat dengan hikmah. ใ€ฐ๏ธใ€ฐ๏ธใ€ฐ๏ธใ€ฐ๏ธใ€ฐ๏ธใ€ฐ๏ธใ€ฐ๏ธใ€ฐ๏ธ ๐Ÿ“ฑ Official Sosial Media Yayasan Cinta Sedekah โ–ช โ–ช โ–ช โ–ช โ–ช ๐Ÿ“œ Layanan CS โ–ช โ–ช โ–ช ๐ŸŒ Related Projects Serial Kutipan Hadits Meskipun Pahit, Katakanlah ู‚ูู„ู ุงูŽู„ู’ุญูŽู‚ู‘ูŽุŒ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูุฑู‘ู‹ุง QULILHAQQO WALAU KAANA MURRO โ€œKatakanlah yang benar meskipun itu pahit berat untuk dikatakan.โ€ HR. Ibnu Hibban Poster Serial Kutipan Hadits Meskipun Pahit, Katakanlah Video Serial Kutipan Hadits Meskipun Pahit, Katakanlah View this post on Instagram A post shared by [Official] Related KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI +62813 26 3333 28 Di Kitab Syarah Misykatul Mashobih dalam redaksi hadits lain yang sedikit berbeda, tertulis ู‚ู„ุช ุฒุฏู†ูŠ . ู‚ุงู„ โ€ ู‚ู„ ุงู„ุญู‚ ูˆุฅู† ูƒุงู† ู…ุฑุง Abudzar berkata โ€œTambahkanlah wasiyatnya wahai rasululloh โ€ Rasululloh bersabda โ€ katakanlah yang benar walaupun kebenaran itu pahit โ€œ. HR. Ahmad, At T abrani, Ibnu Hibban dan Al Hakim , Al Hakim berkata โ€œSanadnya Shohihโ€. ู‚ู„ุช ุฒุฏู†ูŠ ู‚ุงู„ ู‚ู„ ุงู„ุญู‚ ูˆุฅู† ูƒุงู† ุฃูŠ ูˆุฅู† ูƒุงู† ู‚ูˆู„ ุงู„ุญู‚ ุนู„ู‰ ุงู„ู†ูุณ ุฃูˆ ุนู†ุฏ ุฃู‡ู„ ุงู„ุจุงุทู„ ุงู„ู…ุชู„ู‡ูŠู† ุจุงู„ุญู„ูˆูŠุงุช ุงู„ู†ูุณุงู†ูŠุฉ ู…ุฑุง ุฃูŠ ุตุนุจ ุงู„ู…ุฐุงู‚ ูˆุดุฏูŠุฏ ุงู„ู…ุดุงู‚ ูˆุฃู†ุดุฏ ู„ู† ุชุจู„ุบ ุงู„ู…ุฌุฏ ุญุชู‰ ุชู„ุนู‚ ุงู„ุตุจุฑุง ู‚ุงู„ ุงู„ุทูŠุจูŠ ุดุจู‡ ุงู„ุฃู…ุฑ ุจุงู„ู…ุนุฑูˆู ูˆุงู„ู†ู‡ูŠ ุนู† ุงู„ู…ู†ูƒุฑ ููŠ ู…ู† ูŠุฃุจุงู‡ู…ุง ุจุงู„ุตุจุฑ ุŒ ูุฅู†ู‡ ู…ุฑ ุงู„ู…ุฐุงู‚ ู„ูƒู† ุนุงู‚ุจุชู‡ ู…ุญู…ูˆุฏุฉ . Maksudnya โ€œkatakanlah yang benar walaupun perkataan yang benar itu sulit dan sangat berat bagi diri sendiri atau bagi orang orang yang ahli kebatilan yang bersenang-senang dengan manisnya nafsu. Sebagaimana syair โ€ Engkau tidak akan mencapai kemuliaan hingga engkau merasakan kesabaran โ€œ. At-thiby berkata Serupa dengan amar maโ€™ruf nahyi mungkar dengan kesabaran, kepada orang yang tidak menyukai keduanya , Karena sesungguhnya itu pahit rasanya tetapi akibatnya aโ€™lamโ€ฆ Banyak kaum muslimin yang masih meremehkan masalah bidโ€™ah. Hal itu bisa jadi karena minimnya pengetahuan mereka tentang dalil-dalil syarโ€™i. Padahal andaikan mereka mengetahui betapa banyak hadits Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam yang membicarakan dan mencela bidโ€™ah, mereka akan menyadari betapa Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam sangat sering membahasnya dan sangat mewanti-wanti umat beliau agar tidak terjerumus pada bidโ€™ah. Jadi, lisan yang mencela bidโ€™ah dan mewanti-wanti umat dari bidโ€™ah adalah lisan Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam sendiri. Hadits 1 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญู’ุฏูŽุซูŽ ููู‰ ุฃูŽู…ู’ุฑูู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ุฑูŽุฏูŒู‘ โ€œBarangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini urusan agama yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolakโ€ HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718 Hadits 2 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุนูŽู…ูŽู„ุงู‹ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู…ู’ุฑูู†ูŽุง ููŽู‡ููˆูŽ ุฑูŽุฏูŒู‘ โ€œBarangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolakโ€ HR. Muslim no. 1718 Hadits 3 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam setiap memulai khutbah biasanya beliau mengucapkan, ุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุจูŽุนู’ุฏู ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ูƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ู‡ูุฏูŽู‰ ู‡ูุฏูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุดูŽุฑูู‘ ุงู„ุฃูู…ููˆุฑู ู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุงุชูู‡ูŽุง ูˆูŽูƒูู„ูู‘ ุจูุฏู’ุนูŽุฉู ุถูŽู„ุงูŽู„ูŽุฉูŒ โ€œAmma baโ€™du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah perkara agama yang diada-adakan, setiap perkara agama yang diada-adakan itu adalah bidโ€™ah, setiap bidโ€™ah adalah kesesatanโ€ HR. Muslim no. 867 Dalam riwayat An Nasaโ€™i, ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‡ู’ุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽู„ุง ู…ูุถูู„ูŽู‘ ู„ูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุถู’ู„ูู„ู’ ููŽู„ุง ู‡ูŽุงุฏููŠูŽ ู„ูŽู‡ู ุŒ ุฅูู†ูŽู‘ ุฃูŽุตูŽุฏูŽู‚ูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ูƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽุญู’ุณูŽู†ูŽ ุงู„ู’ู‡ูŽุฏู’ูŠู ู‡ูŽุฏู’ูŠู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุŒ ูˆูŽุดูŽุฑูŽู‘ ุงู„ุฃูู…ููˆุฑู ู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุงุชูู‡ูŽุง ุŒ ูˆูŽูƒูู„ูŽู‘ ู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุฉู ุจูุฏู’ุนูŽุฉูŒ ุŒ ูˆูŽูƒูู„ูŽู‘ ุจูุฏู’ุนูŽุฉู ุถูŽู„ุงู„ูŽุฉูŒ ุŒ ูˆูŽูƒูู„ูŽู‘ ุถูŽู„ุงู„ูŽุฉู ูููŠ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู โ€œBarangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan yang disesatkan oleh Allah tidak ada yang bisa memberi petunjuk padanya. Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah perkara agama yang diada-adakan, setiap perkara agama yang diada-adakan itu adalah bidโ€™ah, setiap bidโ€™ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di nerakaโ€ HR. An Nasaโ€™i no. 1578, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dhaโ€™if Sunan An Nasaโ€™i Hadits 4 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ุฃููˆุตููŠูƒูู…ู’ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงู„ุณูŽู‘ู…ู’ุนู ูˆูŽุงู„ุทูŽู‘ุงุนูŽุฉู ูˆูŽุฅูู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู‹ุง ุญูŽุจูŽุดููŠู‹ู‘ุง ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุนูุดู’ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุจูŽุนู’ุฏูู‰ ููŽุณูŽูŠูŽุฑูŽู‰ ุงุฎู’ุชูู„ุงูŽูู‹ุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุณูู†ูŽู‘ุชูู‰ ูˆูŽุณูู†ูŽู‘ุฉู ุงู„ู’ุฎูู„ูŽููŽุงุกู ุงู„ู’ู…ูŽู‡ู’ุฏููŠูู‘ูŠู†ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุงุดูุฏููŠู†ูŽ ุชูŽู…ูŽุณูŽู‘ูƒููˆุง ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽุนูŽุถูู‘ูˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุจูุงู„ู†ูŽู‘ูˆูŽุงุฌูุฐู ูˆูŽุฅููŠูŽู‘ุงูƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุงุชู ุงู„ุฃูู…ููˆุฑู ููŽุฅูู†ูŽู‘ ูƒูู„ูŽู‘ ู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุฉู ุจูุฏู’ุนูŽุฉูŒ ูˆูŽูƒูู„ูŽู‘ ุจูุฏู’ุนูŽุฉู ุถูŽู„ุงูŽู„ูŽุฉูŒ โ€œAku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, tetap mendengar dan taโ€™at kepada pemimpin walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak dari Habasyah. Karena barangsiapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku nanti, dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian untuk berpegang pada sunnah-ku dan sunnah Khulafaโ€™ur Rasyidin yang mereka itu telah diberi petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian. Jauhilah dengan perkara agama yang diada-adakan karena setiap perkara agama yang diada-adakan adalah bidโ€™ah dan setiap bidโ€™ah adalah kesesatanโ€ HR. At Tirmidzi no. 2676. ia berkata โ€œhadits ini hasan shahihโ€ Hadits 5 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ุฅูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุญูŽุฌูŽุจูŽ ุงู„ุชูŽู‘ูˆู’ุจูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ุตูŽุงุญูุจู ุจูุฏู’ุนูŽุฉู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุฏูŽุนู’ ุจูุฏู’ุนูŽุชูŽู‡ู โ€œSungguh Allah menghalangi taubat dari setiap pelaku bidโ€™ah sampai ia meninggalkan bidโ€™ahnyaโ€ HR. Ath Thabrani dalam Al Ausath Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 54 Hadits 6 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ุฃูŽู†ูŽุง ููŽุฑูŽุทููƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุญูŽูˆู’ุถู ุŒ ู„ูŽูŠูุฑู’ููŽุนูŽู†ูŽู‘ ุฅูู„ูŽู‰ูŽู‘ ุฑูุฌูŽุงู„ูŒ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽู‡ู’ูˆูŽูŠู’ุชู ู„ุฃูู†ูŽุงูˆูู„ูŽู‡ูู…ู ุงุฎู’ุชูู„ูุฌููˆุง ุฏููˆู†ูู‰ ููŽุฃูŽู‚ููˆู„ู ุฃูŽู‰ู’ ุฑูŽุจูู‘ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‰ . ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู„ุงูŽ ุชูŽุฏู’ุฑูู‰ ู…ูŽุง ุฃูŽุญู’ุฏูŽุซููˆุง ุจูŽุนู’ุฏูŽูƒูŽ โ€œAku akan mendahului kalian di al haudh telaga. Lalu ditampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan minuman untuk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, Wahai Rabbku, ini adalah umatkuโ€™. Allah berfirman, Engkau tidak tahu bidโ€™ah yang mereka ada-adakan sepeninggalmuโ€™ โ€œ HR. Bukhari no. 6576, 7049. Dalam riwayat lain dikatakan, ุฅูู†ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ู…ูู†ูู‘ู‰ . ููŽูŠูู‚ูŽุงู„ู ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ู„ุงูŽ ุชูŽุฏู’ุฑูู‰ ู…ูŽุง ุจูŽุฏูŽู‘ู„ููˆุง ุจูŽุนู’ุฏูŽูƒูŽ ููŽุฃูŽู‚ููˆู„ู ุณูุญู’ู‚ู‹ุง ุณูุญู’ู‚ู‹ุง ู„ูู…ูŽู†ู’ ุจูŽุฏูŽู‘ู„ูŽ ุจูŽุนู’ุฏูู‰ โ€œWahai Rabb, sungguh mereka bagian dari pengikutku. Lalu Allah berfirman, Sungguh engkau tidak tahu bahwa sepeninggalmu mereka telah mengganti ajaranmuโ€. Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengatakan, โ€œCelaka, celaka bagi orang yang telah mengganti ajaranku sesudahkuโ€HR. Bukhari no. 7050. Alโ€™Aini ketika menjelaskan hadits ini beliau berkata โ€œHadits-hadits yang menjelaskan orang-orang yang demikian yaitu yang dikenal oleh Nabi sebagai umatnya namun ada penghalang antara mereka dan Nabi, dikarenakan yang mereka ada-adakan setelah Nabi wafat. Ini menunjukkan setiap orang mengada-adakan suatu perkara dalam agama yang tidak diridhai Allah itu tidak termasuk jamaโ€™ah kaum muslimin. Seluruh ahlul bidโ€™ah itu adalah orang-orang yang gemar mengganti ajaran agama dan mengada-ada, juga orang-orang zhalim dan ahli maksiat, mereka bertentangan dengan al haq. Orang-orang yang melakukan itu semua yaitu mengganti ajaran agama dan mengada-ada apa yang tidak ada ajarannya dalam Islam termasuk dalam bahasan hadits iniโ€ Umdatul Qari, 6/10 Hadits 7 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ุงู†ูŽู‘ู‡ู ุณูŽูŠูŽู„ููŠ ุฃูŽู…ู’ุฑูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏููŠ ุฑูุฌูŽุงู„ูŒ ูŠูุทู’ููุฆููˆู†ูŽ ุงู„ุณูู‘ู†ูŽู‘ุฉูŽ ุŒ ูˆูŽูŠูุญู’ุฏูุซููˆู†ูŽ ุจูุฏู’ุนูŽุฉู‹ ุŒ ูˆูŽูŠูุคูŽุฎูู‘ุฑููˆู†ูŽ ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ู…ูŽูˆูŽุงู‚ููŠุชูู‡ูŽุง โ€ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ู…ูŽุณู’ุนููˆุฏู ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุŒ ูƒูŽูŠู’ููŽ ุจููŠ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒู’ุชูู‡ูู…ู’ ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ โ€ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูŠูŽุง ุงุจู’ู†ูŽ ุฃูู…ูู‘ ุนูŽุจู’ุฏู ุทูŽุงุนูŽุฉูŒ ู„ูู…ูŽู†ู’ ุนูŽุตูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ โ€ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽู‡ูŽุง ุซูŽู„ูŽุงุซูŽ ู…ูŽุฑูŽู‘ุงุชู โ€œSungguh diantara perkara yang akan datang pada kalian sepeninggalku nanti, yaitu akan ada orang pemimpin yang mematikan sunnah dan membuat bidโ€™ah. Mereka juga mengakhirkan shalat dari waktu sebenarnyaโ€™. Ibnu Masโ€™ud lalu bertanya apa yang mesti kami perbuat jika kami menemui mereka?โ€™. Nabi bersabda Wahai anak Adam, tidak ada ketaatan pada orang yang bermaksiat pada Allahโ€™โ€. Beliau mengatakannya 3 kali. HR. Ahmad Ibnu Majah Dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah, 2864 Hadits 8 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญู’ูŠูŽุง ุณูู†ูŽู‘ุฉู‹ ู…ูู†ู’ ุณูู†ูŽู‘ุชููŠ ู‚ูŽุฏู’ ุฃูู…ููŠุชูŽุชู’ ุจูŽุนู’ุฏููŠ ููŽุฅูู†ูŽู‘ ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุฌู’ุฑู ู…ูุซู’ู„ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูุฌููˆุฑูู‡ูู…ู’ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู ุงุจู’ุชูŽุฏูŽุนูŽ ุจูุฏู’ุนูŽุฉูŽ ุถูŽู„ูŽุงู„ูŽุฉู ู„ูŽุง ูŠูŽุฑู’ุถูŽุงู‡ูŽุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุขุซูŽุงู…ู ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตู ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูˆู’ุฒูŽุงุฑู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง โ€œBarangsiapa yang sepeninggalku menghidupkan sebuah sunnah yang aku ajarkan, maka ia akan mendapatkan pahala semisal dengan pahala orang-orang yang melakukannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Barangsiapa yang membuat sebuah bidโ€™ah dhalalah yang tidak diridhai oleh Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan mendapatkan dosa semisal dengan dosa orang-orang yang melakukannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpunโ€ HR. Tirmidzi ia berkata โ€œHadits ini hasanโ€ Hadits 9 Hadits dari Hudzaifah Ibnul Yaman, ia berkata ูŠุง ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ! ุฅู†ุง ูƒู†ุง ุจุดุฑูŒ . ูุฌุงุก ุงู„ู„ู‡ู ุจุฎูŠุฑู . ูู†ุญู† ููŠู‡ . ูู‡ู„ ู…ู† ูˆุฑุงุกู ู‡ุฐุง ุงู„ุฎูŠุฑู ุดุฑูŒู‘ ุŸ ู‚ุงู„ ู†ุนู… ู‚ู„ุชู ู‡ู„ ู…ู† ูˆุฑุงุกู ุฐู„ูƒ ุงู„ุดุฑูู‘ ุฎูŠุฑูŒ ุŸ ู‚ุงู„ ู†ุนู… ู‚ู„ุชู ูู‡ู„ ู…ู† ูˆุฑุงุกู ุฐู„ูƒ ุงู„ุฎูŠุฑู ุดุฑูŒู‘ ุŸ ู‚ุงู„ ู†ุนู… ู‚ู„ุชู ูƒูŠู ุŸ ู‚ุงู„ ูŠูƒูˆู† ุจุนุฏูŠ ุฃุฆู…ุฉูŒ ู„ุง ูŠู‡ุชุฏูˆู† ุจู‡ุฏุงูŠูŽ ุŒ ูˆู„ุง ูŠุณุชู†ูู‘ูˆู† ุจุณูู†ูŽู‘ุชูŠ . ูˆุณูŠู‚ูˆู… ููŠู‡ู… ุฑุฌุงู„ูŒ ู‚ู„ูˆุจูู‡ู… ู‚ู„ูˆุจู ุงู„ุดูŠุงุทูŠู†ู ููŠ ุฌูุซู…ุงู†ู ุฅู†ุณู ู‚ุงู„ ู‚ู„ุชู ูƒูŠู ุฃุตู†ุนู ุŸ ูŠุง ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ! ุฅู† ุฃุฏุฑูƒุช ูุฐู„ูƒ ุŸ ู‚ุงู„ ุชุณู…ุนู ูˆุชุทูŠุน ู„ู„ุฃู…ูŠุฑู . ูˆุฅู† ุถูŽุฑูŽุจ ุธู‡ุฑูŽูƒ . ูˆุฃุฎุฐ ู…ุงู„ูŽูƒ . ูุงุณู…ุนู’ ูˆุฃุทุนู’ โ€œWahai Rasulullah, dulu kami orang biasa. Lalu Allah mendatangkan kami kebaikan berupa Islam, dan kami sekarang berada dalam keislaman. Apakah setelah semua ini akan datang kejelekan? Nabi bersabda Yaโ€™. Apakah setelah itu akan datang kebaikan? Nabi bersabda Yaโ€™. Apakah setelah itu akan datang kejelekan? Nabi bersabda Yaโ€™. Aku bertanya Apa itu?โ€™. Nabi bersabda akan datang para pemimpin yang tidak berpegang pada petunjukku dan tidak berpegang pada sunnahku. Akan hidup diantara mereka orang-orang yang hatinya adalah hati setan namun berjasad manusiaโ€™. Aku bertanya Apa yang mesti kami perbuat wahai Rasulullah jika mendapati mereka?โ€™. Nabi bersabda Tetaplah mendengar dan taat kepada penguasa, walau mereka memukul punggungmu atau mengambil hartamu, tetaplah mendengar dan taatโ€™โ€ HR. Muslim Tidak berpegang pada sunnah Nabi dalam beragama artinya ia berpegang pada sunnah-sunnah yang berasal dari selain Allah dan Rasul-Nya, yang merupakan kebidโ€™ahan. Hadits 10 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูุบูŽูŠูู‘ุฑู ุณูู†ูŽู‘ุชููŠ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ู…ูู†ู’ ุจูŽู†ููŠ ุฃูู…ูŽูŠูŽู‘ุฉูŽ โ€œOrang yang akan pertama kali mengubah-ubah sunnahku berasal dari Bani Umayyahโ€ HR. Ibnu Abi Ashim dalam Al Awaโ€™il, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 1749 Dalam hadits ini Nabi mengabarkan bahwa akan ada orang yang mengubah-ubah sunnah beliau. Sunnah Nabi yang diubah-ubah ini adalah kebidโ€™ahan. Hadits 11 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ุฌูŽุงุกูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉู ุฑูŽู‡ู’ุทู ุฅูู„ูŽู‰ ุจููŠููˆุชู ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ููˆู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุŒ ููŽู„ูŽู…ูŽู‘ุง ุฃูุฎู’ุจูุฑููˆุง ูƒูŽุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ุชูŽู‚ูŽุงู„ูู‘ูˆู‡ูŽุง ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ูˆูŽุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ู†ูŽุญู’ู†ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏูŽู‘ู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ุชูŽุฃูŽุฎูŽู‘ุฑูŽ ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูู…ู’ ุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ูŽุง ุŒ ููŽุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูุตูŽู„ูู‘ูŠ ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ูŽ ุฃูŽุจูŽุฏู‹ุง ุŒ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุขุฎูŽุฑู ุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุตููˆู…ู ุงู„ุฏูŽู‘ู‡ู’ุฑูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุฃููู’ุทูุฑู ุŒ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุขุฎูŽุฑู ุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุนู’ุชูŽุฒูู„ู ุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกูŽ ููŽู„ูŽุง ุฃูŽุชูŽุฒูŽูˆูŽู‘ุฌู ุฃูŽุจูŽุฏู‹ุง ุŒ ููŽุฌูŽุงุกูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ โ€ ุฃูŽู†ู’ุชูู…ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู‚ูู„ู’ุชูู…ู’ ูƒูŽุฐูŽุง ูˆูŽูƒูŽุฐูŽุง ุŒ ุฃูŽู…ูŽุง ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฅูู†ูู‘ูŠ ู„ูŽุฃูŽุฎู’ุดูŽุงูƒูู…ู’ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุฃูŽุชู’ู‚ูŽุงูƒูู…ู’ ู„ูŽู‡ู ู„ูŽูƒูู†ูู‘ูŠ ุฃูŽุตููˆู…ู ูˆูŽุฃููู’ุทูุฑู ุŒ ูˆูŽุฃูุตูŽู„ูู‘ูŠ ูˆูŽุฃูŽุฑู’ู‚ูุฏู ุŒ ูˆูŽุฃูŽุชูŽุฒูŽูˆูŽู‘ุฌู ุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกูŽ ุŒ ููŽู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุบูุจูŽ ุนูŽู†ู’ ุณูู†ูŽู‘ุชููŠ ููŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ูู‘ูŠ โ€œAda tiga orang mendatangi rumah istri-istri Nabi shallallahuโ€™alaihi wasallam dan bertanya tentang ibadah Nabi shallallahuโ€™alaihi wasallam. ูSetelah diberitakan kepada mereka, sepertinya mereka merasa hal itu masih sedikit bagi mereka. Mereka berkata, โ€œIbadah kita tak ada apa-apanya dibanding Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wasallam, bukankah beliau sudah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan juga yang akan datang?โ€ Salah seorang dari mereka berkata, โ€œSungguh, aku akan shalat malam selama-lamanyaโ€ tanpa tidur. Kemudian yang lain berkata, โ€œKalau aku, sungguh aku akan berpuasa Dahr setahun penuh dan aku tidak akan berbukaโ€. Dan yang lain lagi berkata, โ€œAku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selama-lamanyaโ€. Kemudian datanglah Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wasallam kepada mereka seraya bertanya โ€œKalian berkata begini dan begitu. Ada pun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa. Aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golongankuโ€ HR. Bukhari Dalam hadits di atas, ketiga orang tersebut berniat melakukan kebidโ€™ahan, karena ketiganya tidak pernah diajarkan oleh Nabi. Yaitu puasa setahun penuh, shalat semalam suntuk setiap hari, kedua hal ini adalah bentuk ibadah yang bidโ€™ah. Dan berkeyakinan bahwa dengan tidak menikah selamanya itu bisa mendatangkan pahala dan keutamaan adalah keyakinan yang bidโ€™ah. Oleh karena itu Nabi bersabda โ€œBarangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golongankuโ€œ. Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang membicarakan dan mencela bidโ€™ah, namun apa yang kami nukilkan di atas sudah cukup mewakili betapa bahaya dan betapa pentingnya kita untuk waspada dari bidโ€™ah. Hadits riwayat Ahmad, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda. โ€œKebenaran harus disampaikan walaupun itu pahitโ€. Lalu bagaimana caranya menyampaikan? karena apabila disampaikan akan terasa pahit dan mungkin menyakitkan. keika seseorang diberikan nasehat seringkali ia akan mengelak dan gengsi untuk menerimanya. Padahal, dalam hatinya menyadari bahwa nasehat itu baik buat dirinya. Meski yang memebri nasehat adalah anak kecil atau orang yang pendidikan lebih rendah, kita tak boleh menolaknya. Nasehat itu pahit, lambat laun akan enak, ibarat jamu walaupun pahit, namun banyak yang mencari. Undhur maa qoola walaa tandhur man qoola Lihatlah apa yang dibicarkaan, dan jangan melihat siapa yang berbicara. Ternyata jarang orang yang mau mengaplikasikannya dalam dirinya. Ketika seseorang diberi nasehat, seolah aibnya terlihat semua dan dia malu untuk menyadarinya. Bagaimanakah trik dalam memberikan atau menerima nasehat? Ucapkan dengan lemah lembut. Allah Subhanahu wa Ta'ala saja menyuruh Nabi Musa dan Harun untuk menemui pemimpin kafir Fir'aun untuk menyampaikan kebenaran, dengan kata-kata yang lembut. Allah Taโ€™ala berfirman dalam surah Thaha ayat 44 ููŽู‚ููˆู’ู„ูŽุง ู„ูŽู‡ู— ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ู„ู‘ูŽูŠู‘ูู†ู‹ุง ู„ู‘ูŽุนูŽู„ู‘ูŽู‡ู— ูŠูŽุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑู ุงูŽูˆู’ ูŠูŽุฎู’ุดูฐู‰ โ€œMaka berbicaralah kamu berdua kepadanya Firaun dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.โ€ QS. Thaha 44. Lalu bagaimana, kalau yang dinasehati masih sesama muslim? Sesama Muslim bersaudara, maka ucapkanah nasehat dengan kata lembut, walaupun pahit. Kita bisa meraciknya, menjadikan rasa pahit itu sebagai obat atau jamu yang bisa menyembuhkan orang yang kita nasehati. Seseorang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Taโ€™ala dan hari akhir, ia akan senantiasa menjaga lisannya sehingga ia tidak akan mengucapkan ucapan atau perkataan apapun kecuali yang baik dan yang benar. Allah Subhanahu wa Taโ€™ala adalah Dzat Yang Maha Mendengar dan Yang Maha Mengetahui. Allah berfirman dalam surah Qaaf ayat 18 ู…ูŽุง ูŠูŽู„ู’ููุธู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุงูู„ู‘ูŽุง ู„ูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽู‚ููŠู’ุจูŒ ุนูŽุชููŠู’ุฏูŒ โ€œTidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.โ€ QS. Qaaf 18. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dikenal dengan sebutan โ€œAl-Aminโ€ karena kejujurannya. Beliau dikenal sangat jujur, tidak pernah menipu siapapun, tidak pernah mengurangi takaran ataupun timbangan, juga tidak pernah memberikan sumpah palsu serta janji-janji belaka. Allah Taโ€™ala berfirman dalan surah AsShaff ayat 2-3 ูŠูฐู“ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุงูฐู…ูŽู†ููˆู’ุง ู„ูู…ูŽ ุชูŽู‚ููˆู’ู„ููˆู’ู†ูŽ ู…ูŽุง ู„ูŽุง ุชูŽูู’ุนูŽู„ููˆู’ู†ูŽ . ูƒูŽุจูุฑูŽ ู…ูŽู‚ู’ุชู‹ุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุงูŽู†ู’ ุชูŽู‚ููˆู’ู„ููˆู’ุง ู…ูŽุง ู„ูŽุง ุชูŽูู’ุนูŽู„ููˆู’ู†ูŽ . โ€œWahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.โ€ QS. As-Shaff 2-3. Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa ayat ini merupakan pengingkaran Allah terhadap seseorang yang mengatakan sesesuatu dan tidak melaksanakannya. Imam Qatadah berkata, โ€œayat ini mewajibkan semua orang yang telah mewajibkan dirinya mengerjakan sebuah amalan ketaatan, bahwa dia harus memenuhi hal itu.โ€ Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam juga pernah memberikan sebuah nasihat kepada salah seorang sahabat yang mulia yaitu Abu Dzarr. Beliau bersabda, ู‚ูู„ู ุงูŽู„ู’ุญูŽู‚ู‘ูŽ, ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูุฑู‘ู‹ุง โ€œKatakan yang benar sekalipun itu pahit.โ€ HR. Imam Baihaqi, Ibnu Hibban, no. 2041. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam ingin memberikan pesan agar ini dijadikan sebuah prinsip dan pedoman hidup bahwasanya kebenaran tetaplah kebenaran yang harus diterapkan meskipun mendapatkan celaan, hinaan, atau bahkan kecaman. Wallahu aโ€™lam, Semoga barakah, manfaat. Bulungkulon, 26 Agustus 2022 Hari ke-238

hadits katakanlah yang benar walaupun pahit